Januari 6, 2009

Bonne annee 2009

Kita sudah menginjak hari keenam di awal tahun 2009, sudah sewajarnya kalau kita semua punya harapan, keinginan dan janji untuk menjadi manusia yang lebih baik di tahun ini (istilah kerennya resolusi). Banyak peristiwa di tahun kemarin yang bisa menjadi pelajaran baik itu baik dan buruk, dan hendaknya dijadikan bahan pertimbangan dalam melangkah di tahun ini. Mungkin ada kesempatan dan peluang yag terlewatkan di tahun kemarin dan sekaranglah saat untuk menebusnya.

Banyak yang harus kita syukuri karena Allah SWT masih memberikan nikmat bernapas dan hidup pada kita hingga detik ini, bayangkan  keadaan saudara kita di belahan dunia lain (termasuk Palestina) yang tiap detiknya terancam nyawanya akan melayang. Bentuk syukur di tahun baru dapat kita aplikasikan dengan melakukan ‘hijrah’, melakukan perpindahan ke level yang lebih tinggi atau lebih baik. Berubah merupakan hal yang sulit, karena artinya kita meninggalkan zona nyaman. Saya pun hingga saat ini masih berjuang meninggalkan zona nyaman :p.

Zona nyaman memang melenakan tapi akan mematikan :D . Jika terlalu lama kita akan kehilangan aktualisasi diri (yang merupakan hirarki tertinggi dari piramid Maslow), itulah yang dicari manusia dalam hidupnya -> ‘aktualisasi’. Walau terdengar egosentris, sebenarnya dengan aktualisasi-lah manusia bisa bermanfaat bagi manusia lainnya. Mengapa? Aktualisasi adalah kebutuhan tertinggi manusia dimana dia merasa perlu mengekspresikan diri atau mengabdi, selama manusia masih berada di bawah level aktualisasi dia tidak akan dapat bermanfaat secara optimal bagi manusia lainnya karena dia pun masih dalam keadaan membutuhkan. Mari kita berusaha untuk berhijrah ke level yang lebih tinggi di hirarki Maslow. Wallahu alam bishawab.

Januari 6, 2009

4 Tipe Personalitas

Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.

  1. Sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.
  2. Koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.
  3. Melankolis, yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.
  4. Phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat” atau “si manis”.

Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang.

  • Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.
  • Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain.
  • Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan. Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.
  • Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.

Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa. Misalnya, jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi sedikit sehingga bisa lebih sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak ia lahir, dan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam kehidupannya. Maka ada baiknya jika kita bisa memahami kepribadian diri kita sendiri, juga kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe kepribadian ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan berinteraksi dengan baik jika dapat saling melengkapi. (disunting dari Divisi IT FKMI)

Januari 6, 2009

Manfaat Vitamin E

Banyak yang tahu klo Vit C adalah rajanya vitamin, tapi tahukah kalau Vit E juga sesakti Vit C? Selain terkenal manfaatnya untuk kulit, ada manfaat lain Vit E yaitu sbb:

  • Merupakan vitamin antioksidan yang mampu melindungi kerusakan sel-sel tubuh akibat radikal bebas, sehingga dapat mengatasi penuaan dini.
  • Melindungi kerusakan DNA sel-sel kulit hingga dapat mencegah terjadinya kankaer kulit, meningkatkan regenarasi sel-sel kulit, dan dapat mencegah kerusakan serabut kolagen dan elastin yang memicu terjadinya kulit keriput, mengatasi jerawat, peradangan dan pembentukan jaringan parut, serta mempercepat proses penyembuhan luka.
  • Mengurangi resiko terjadinya pembekuan darah, mencairkan darah beku, mencegah penyumbatan pembuluh darah, menguatkan dinding pembuluh darah kapiler, meningkatkan pembentukan sel-sel darah merah, mengurangi kadar gula darah, memperbaiki kerja insulin.
  • Meningkatkan kekuatan otot dan stamina.
  • Mencegah degenerasi saraf penglihatan, mencegah kerusakan sel-sel saraf.
  • Memengaruhi kerja hormon, meningkatkan gairah seksual.
  • Mempertahankan kekebalan tubuh dan menguatkan sel-sel darah putih.
  • Mencegah terjadinya proses oksidasi lemak dan memegang peranan sangat penting dalam melindungi lapisan jaringan lemak yang melapisi dinding sel-sel dan organ-organ utama dalam tubuh.
  • Jika kita mengkonsumsinya secara teratur atau mengoleskannya langsung pada kulit, vitamin ini dapat meningkatkan ‘natural sun protector’ pada kulit.

Tips Mengonsumsi Vitamin E

Saat ini banyak beredar Vitamin E kapsul di pasaran, kita harus hati-hati dalam memilih karena ada jenis Vitamin E sintetis, yang justru akan membahayakan kulit karena berbahan dasar minyak bumi. Berikut tips memilih dan menggunakan Vit E:

  • Pilih produk kecantikan yang mengandung vitamin E alami yang biasanya bertuliskan d-alpha tocopherol dan waspadai bila yang tertuliskan dl-alpha tocopherol karena ini berarti vitamin E sintesis
  • Jika berupa produk yang digunakan untuk dioleskan pada kulit, pilih produk kecantikan dengan konsentrasi vitamin E antara 0,1 hingga 1 mg sehingga fungsi antioksidannya dapat bekerja maksimal.
  • Agar lebih terasa manfaatnya, selain mengkonsumsi vitamin E dari dalam, gunakan juga produk yang mengandung vitamin E yang penggunaannya dioleskan pada kulit.
  • Untuk produk penggunaan di luar yang mengandung vitamin E, pilih pada produk yang lama menempel pada kulit. Misalnya pelembab yang mengandung vitamin E.
  • Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak, oleh karena itu sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makanan.

Mengatasi Masalah Kulit

Dalam sebuah kapsul vitamin E, bila kita kupas kulit kapsulnya, kita akan menemukan sejenis cairan minyak yang keluar dari dalam kapsul tersebut. Minyak inilah yang bisa kita gunakan untuk dioleskan pada bagian luar tubuh.

  • Untuk mengurangi strecth marks, terutama bagi wanita yang usai melahirkan, oleskan saja cairan dari kapsul tersebut secara merata.
  • Untuk mengatasi bibir kering, oleskan saja minyak vitamin E yang bisa diambil dari sebutir kapsuk vitamin E. Lakukan pada pagi hari setelah mandi sebelum akan mengoleskan lipstik pada bibir.
  • Kuku kering pun bisa diatasi oleh minyak dari sebutir kapsul vitamin E. Oleskan secara merata pada kuku di waktu pagi dan sore hari. Untuk hasil yang bagus terlihat, oleskan secara rutin selama satu hingga dua minggu lamanya.
  • Sedangkan untuk melindungi kulit tubuh dari paparan sinar matahari serta radikal bebas semisal akibat polusi udara, gunakan lotion yang mengandung sedikitnya SPF 15 serta pelembab yang mengandung vitamin A, C serta E sebagai antioksidan.

( disunting dari tulisan asli Ika Maya Susanti)

Agustus 20, 2008

Bandung Bermartabat (apanya?)

Beberapa hari yang lalu, teman saya bercerita kata dr. Boyke, paling sedikit 56% remaja di Bandung sudah melakukan pre-marital seks. Apakah sudah separah inikah keadaan pemuda-pemudi Bandung yang katanya kota Bermartabat itu? Ini baru di Bandung saja, entah kota lain. Saya pribadi sebagai salah satu generasi pemuda Bandung merasa prihatin, apa pendidikan orang tua dan guru kita selama ini tidak berbekas sama sekali? Atau apakah sudah tergantikan dengan “pendidikan” seks yang saya pikir banyak salah tafsir. Padahal pendidikan seks juga penting hanya harus benar-benar dikaji materi dan kemasannya, karena yang selama ini saya tangkap pendidikan seks (melalui acara-acara TV) itu malahan mengajari bagaimana melakukan hal “itu” dengan aman (alias melegalkan free sex), tidak heran kalau akibatnya seperti sekarang ini. Disinilah peran orang tua dan keluarga sangat penting, karena disitulah pondasi pendidikan bermulai.

Teman saya juga cerita mengenai anak tetangga di kompleksnya yang hiperaktif akibat sering main Play Station. Akibatnya sangat berbahaya karena anak itu menjadi agresif dalam sikap dan kata-kata, dia menganggap bahwa memukul dan mengumpat itu biasa, anak itu juga tidak hormat pada orang yang lebih tua bahkan orang tuanya sendiri, dan juga sulit untuk diberi nilai-nilai positif. Bahkan tadi siang saya dengan mata kepala sendiri melihat anak SD melakukan ‘bullying’ pada teman sebaya dengan mendorong, memukul dan memakai kata kasar. Berbeda dengan anak kecil yang saya temui tadi siang juga, dia sudah berjualan kripik kasreng dari sejak kelas 5 SD sampai saat ini kelas 2 SMP untuk membantu orang tuanya membiayai kehidupan sehari-hari, selain itu anak itu sangat sopan. Dari beberapa contoh yang saya lihat maupun dari cerita, saya melihat justru anak-anak berkecukupan dan berfasilitas (alias dimanjakan) memiliki attitude yang buruk. Yang saya heran pula, orang tua mereka merasa hal ini normal saja mereka hanya bilang “Namanya juga anak-anak biasa kalo nakal.” bukannya karena mereka anak-anak justru harusnya diajari bersikap baik, karena mereka belum bisa membedakan baik dan buruk.

Ada pula cerita dari adik saya, seorang anak yang tidak lulus UAN SMA merengek ke ibunya yang seorang pengusaha kaya itu, ibunya pun mendatangi guru di sekolah tersebut dengan kondisi emosional. Yang membuat kaget adalah alasan sang ibu marah ke guru anaknya karena guru itu menolak mengubah nilai anaknya walau sang ibu bersedia membayar berapapun, bukannya menyesali mengapa dia tidak membimbing anaknya selama persiapan menghadapi UAN kemarin. Memang anak itu dimasukkan bermacam-macam les sebelumnya, tapi sang ibu tidak pernah ada di rumah karena lebih sering mengurusi usahanya di luar kota. Jadi sang ibu tidak pernah memantau perkembangan anaknya itu.

Dari fenomena di kota Bandung ini saya mengamati telah terjadi degradasi nilai secara besar-besaran, dimana nilai-nilai kehidupan telah digantikan oleh nilai materi semata. Saya cenderung menyalahkan orang tua jaman sekarang, mengapa mereka tidak mengambil contoh positif dari para pendahulunya yaitu orang tua mereka sendiri yang telah sukses mengantarkan mereka pada kesuksesan? Memang jaman sudah berubah, tapi apakah ini berarti nilai kehidupan juga harus berubah? Mungkin ada beberapa perubahan nilai positif seperti keterbukaan dalam komunikasi dan transparansi yang saat ini membuat koruptor sulit bernapas. Tapi sebagian besar perubahan yang ada adalah hal yang dulu negatif, tabu, dilarang dan dosa saat ini menjadi normal, biasa dan dibolehkan. Ada hadits yang dulu pernah saya baca (maafkan kalau saya salah) kalau suatu negara itu tergantung para alim ulama nya, nah bisa disimpulkan sendiri bagaimana keadaan kita sekarang adakah yang bisa jadi teladan?. Saya ingat pada pelajaran PPKn waktu SD atau SMP (lupa) dulu, kalau unit terkecil masyarakat yaitu keluarga adalah titik awal pembangunan masyarakat dan negara. Jadi jangan anggap remeh tugas orang tua, karena justru inilah tugas terberat-menjadi pendidik anak-anak mereka. Menjadi orang tua haruslah cerdas dan berwawasan luas baik itu dalam agama maupun kehidupan duniawi, hal ini supaya anak mereka tidak mencari-cari referensi dari luar yang belum ada jaminan mutunya. Wallahu alam.

Agustus 8, 2008

Real world here I come

Hari bersejarah (berlebihan,,) bagi saya akhirnya datang juga, sidang TA,,,jeng,,,jeng. Pergi dari rumah diantar supir, ibu dan adik (mereka maksa ikut padahal dah dilarang XD). Nyampe kampus segera ke 7611 buat nyiapin sidang, jam 1 siang Pak Dwi, Bu Ayu dan Pak Iping datang. Sidang pun dimulai,,,,awalnya tenang dan adem ayem pas tiba giliran Pak Iping bertanya, awak hanya bisa tertegun mencoba mencerna pertanyaan beliau. Beberapa kali Pak Dwi menerjemahkannya buat saya, ada beberapa yang bisa terjawab tapi banyak pula yang tidak terungkap maksud pertanyaannya (tampaknya bahasa yang digunakan berlevel-level di atas level saya #D). Tiba akhirnya pada pengumuman kelulusan, Pak Dwi berkata “Saudara Mia Kamayani dinyatakan…..lulus bersyarat”, alhamdulilah walau ada revisi yang harus dibikin (nambah 1 subbab) tapi yang penting lulusnya itu :p.

Ada kejadian lucu sehabis dibacain pengumuman, pintu 7611 terkunci dari luar maupun dalam (kuncinya rusak), kita berempat dah nyoba buka tu kunci tp gak bisa juga. Akhirnya, Pak Iping menggedor pintu dengan kerasnya ampe si pintunya retak -_-!, tapi untungnya bantuan segera datang dari bapak dapur sambil diwanti-wanti ama Pak Iping supaya ngeganti kuncinya klo ngga kuncinya bakal dijebol (waw,,,,). Setelah status ST yang saya dapat, berarti sekarang peran saya sebagai mahasiswa S1 berakhir sudah. Langkah selanjutnya adalah menghadapi dunia nyata,,,,,real world here I come,,,

Agustus 5, 2008

Bisnis iseng

Ada yang pernah denger viral marketing di dalam bisnis? Saya pun baru denger dan ini bukan MLM, soalnya ini hanya mengubah cara kita belanja dan bukan mengandalkan keahlian menjual. Katanya sistem ini juga dipakai Amazon.com. Intinya kita membeli dan kita masih dapet sedikit bagian margin keuntungannya. Nah jika kita ingin meningkatkan keuntungan, kita harus membuat jaringan (downline) dengan memberi tahu teman kita untuk menjadi member, sehingga ketika dia belanja, dia dapet bagian begitu pula kita sebagai sponsornya mendapat bagian. Di sistem ini, tidak perlu mengikuti seminar dan gathering seperti halnya pada MLM, sistem keuntungannya tidak seperti MLM karena menggunakan harga pasar, tidak perlu modal, juga tidak perlu punya keahlian menjual karena memang kita tidak berjualan disini melainkan belanja. Contoh viral marketing yang saya tahu dan saat ini sedang saya ikuti adalah Dynasis, dengan produk voucher pulsa elektronik. Alasan saya mengikuti Dynasis, karena saya selalu mengeluarkan uang untuk beli pulsa hampir tiap bulan, jika saya bisa mendapatkan keuntungan dengan beli pulsa kenapa tidak? Toh tanpa ikut Dynasis juga saya tetap beli pulsa dengan agak repot karena terkadang saya malas cari tempat jualan pulsa. Dengan Dynasis, pembelian voucher bisa dilakukan sendiri dan relatif cepat dengan deposito yang kita miliki di Dynasis. Keamanan terjamin karena mereka menyediakan website perusahaan dan kontak yang bisa dihubungi jika ada komplain, sistemnya sangat transparan karena kita tahu daftar harga voucher dan marginnya, beberapa member yang awalnya skeptis pun memberikan testimonial yang memuaskan. Menurut data 2008 pengguna handphone di Indonesia mencapai 80 juta pelanggan, nah bayangkan saja berapa orang yang bisa diajak. Jika ada yang berminat silahkan kunjungi ini.

Agustus 5, 2008

Yang saya maksud itu…

Mau lanjutin yang disini, datanglah hari H itu, sidang tugas akhir yang dijadwalkan jam 1, saya dateng ke kampus dari jam setengah 8 karena harus nyerahin prasyarat sidang berupa kartu bimbingan dan kartu TA. Jam 8 saya ke TU S2 tapi karena belum buka saya tunggu di kursi deket situ. 15 menit kemudian datanglah ibu petugas TU S2, saya pun menyerahkan prasyarat sidang.
ibu TU: “Suratnya dah dimasukin ya?”
saya: “Iya, tapi di milis belum ada”
ibu TU pun memeriksa surat yang bertebaran.
ibu TU: “Oh sama Pak Ade memang blm dimasukkan mungkin nunggu prasyaratnya. Nanti deh dimasukkan milis, jam 1 hr ini ruangannya bisa di 7611″
saya: “Makasih bu”
Setelah itu saya memasukkan draft TA ke meja Pak Dwi dan Bu Ayu. Saya pun ke lab untuk mempersiapkan bahan sidang walau sidang masih 5 jam lagi, sambil browsing dan ber-ym ria. Pak Ade terlihat mondar-mandir memasukkan surat ke kantor Bu Ayu dan Pak Iping, membuat saya makin tegang saja. Belum lagi SMS yang banyak masuk memberikan semangat dan doa, yang bukan menenangkan saya tapi malah bikin makin tegang. Tapi di milis belum ada jadwal sidang saya juga, saya berpikiran ah gapapa yang penting suratnya dah masuk. Jam 12.15 pas saya mau ke 7611 buat nyiapin sidang, terdengar suara Pak Dwi dan Bu Ayu yang tertawa sehabis rapat dosen. Mereka pun masuk dengan terburu-buru ke dalam lab GAIB dengan muka yang pengen ketawa, dan kontan saya bengong.
Pak Dwi: “Mia,,,yang saya maksud itu Kamis depan”
Saya masih dalam keadaan bengong.
Saya: “Oh…kirain minggu ini Pak”
Pak Dwi: “Klo sekarang saya harus ke Jakarta, gak bisa. Ke Pak Ade ya kasih tau”
Saya: “Iya Pak”
Kemudian datang Pak Iping.
Pak Iping: “Wah mi kamu salah standar” (tertawa)
Saya: “Iya Pak, maaf ya habis saya gak dikasih tau minggu depannya itu”
Sambil menyerahkan draft TA.
Pak Iping: “Bentar mi duduk dulu, itu sih memang kesalahan pemberi tugas”
Saya pun mengobrol bentar mengenai TA saya itu, Pak Iping cuman baca kesimpulannya. Terus ngasih kisi-kisi pertanyaan (ada hikmahnya juga hehe…). Setelah mengobrol dan dikasih jeruk sama Pak Iping, saya nelepon adik dan ibu saya ngasih kabar soal gagalnya sidang hari itu. Mereka tampak bingung, tapi saya bilang jelasinnya nanti aja. Setelah itu saya pun ke TU S2 dan baru sadar klo masih waktu istirahat. Tapi saya gak bisa nunggu ampe buka karena ditungguin ibu saya. Saya pun memutuskan untuk konfirmasi besok-besok lagi. Jadilah hari itu gagal sidang, dengan kesalahan yang konyol hak…hak….hak….Ada untungnya juga jadwal sidang saya belum dimasukin milis TA :p

Juli 31, 2008

Hectic day

Selasa kemarin saya dan Lafra nonton Dark Knight ke XXI Ciwalk, kirain durasinya tuh 1 jam setengahan eh taunya 2 jam. Pas beres nonton, saya cek jam waks jam 3 kurang 15, padahal ada janji ketemu pembimbing TA (Pak Dwi) jam 3. Akhirnya kita dengan terburu-buru ke tempat parkir, untungnya Lafra juga mau ke kampus jadi bisa lebih cepet nyampe. Entah kenapa di tempat parkir kita terhalang sekitar 3 mobil yang mo parkir, jadilah agak lama keluar dari parkiran. Nyampe kampus sekitar jam 3.15, saya setengah lari ke labtek 5 IF, pas mo naik lift saya ketemu Riska dan Andra, kita pun naek lift barengan. Di dalam lift, sekitar 10 detik tiba-tiba gelap dan lift berhenti, ternyata…..LISTRIK MATI!!. Kita pun diam sejenak seakan tidak sadar apa yang sedang terjadi, setelah sadar baru kita panik dan buka hape masing-masing…NO SIGNAL, akhirnya kita teriak dan menggedor lift berharap ada yang denger. Setelah terdengar suara dari luar, kita pun agak tenang. Sambil menunggu pertolongan daripada ga ada kerjaan, Riska inisiatif untuk berfoto (halah2 masih sempet), Andra nanya2 soal kuliah Sismul (walau saya gak yakin arah menghadap saya harus kemana) dan saya hanya bisa berdoa moga-moga pembimbing belum pulang.

Akhirnya ada secercah cahaya di atas kami, pak dapur (ga tau namanya :p) membuka pintu lift dan melongok ke bawah (karena lift sebagian besar masih berada di lantai 1),
pak dapur: “Bisa naek kesini ga?”
kami pun berpikir ‘wah klo Andra sih mungkin, tapi kita berdua yang memakai rok panjang tampak mustahil’,
kita:”Susah pak”
pak dapur:”Ya udah tunggu bentar, mau cari bantuan dulu”
kita:”Iya pak makasih”
Pintu lift pun ditutup lagi, dan kita melanjutkan percakapan ttg sismul yang tertunda. Tiba-tiba kita merasa bergerak, tampaknya kita didorong (atau ditarik?) ke bawah.
pak dapur:”Ada berapa orang di dalam?”
kita:”3 orang”
pak dapur:”Pantes berat” (waks)
Akhirnya lift sampai di setengah lantai 1.
pak dapur:”Bisa loncat ga?”
kita:”Bisa pak”
Kita bertiga pun loncat dan diluar ada beberapa anak yang menonton bahkan ada yang minta foto (halah2 lebay…).

Teringat akan urusan penting, saya pun agak lari ke lantai 4 dan langsung ke ruangan pembimbing, syukurlah pembimbing masih ada. Setelah minta maaf, beliau pun langsung pada pokok permasalahan, “Yak sudah ok, sidangnya hari Kamis ini coba hubungi Pak Rila untuk jadi penguji”. Saya pun segera ke TU IF S2 (yang jendelanya sudah tertutup) menemui Pak Ade,
saya:”Pak Ade, maaf saya minta tolong untuk sidang saya. Kata Pak Dwi minta tolong menghubungi Pak Rila untuk kesediaan jadi penguji”
Pak Ade:”Wah lagi mati listrik nih” (saya mikir, apa telepon itb pake listrik?)
saya:”Hmm, ada nomornya pak? Biar saya hubungi aja”
Pak Ade:”Gapapa saya aja yang telepon pake hape saya”
Pak Ade:”Pak Rila bilang gak bisa sampai tgl 7 Agustus (minggu depan)”
saya:”O gitu, ya udah saya mau ke Pak Dwi lagi buat cari dosen penguji yang lain. Makasih pak”
saya berlari lagi ke lantai 4, untung Pak Dwi belum pulang.
saya:”Pak Dwi, Pak Rila gak bisa sampai tgl 7 Agustus”
Pak Dwi:”Kira-kira siapa ya yang bisa?”
Saya teringat dengan Pak Iping yang lagi ngobrol di kantornya.
saya:”Pak Iping gimana pak?”
Pak Dwi:”Dicoba saja”
Saya pun ke ruangan Pak Iping.
saya:”Pak Iping, bisa jadi penguji sidang saya Kamis ini?”
Pak Iping:”Boleh boleh, jamnya?”
saya:”Bapak bisanya kapan?”
Pak Iping:”Sore aja”
Saya pun berpikir ‘gawat nih, Pak Iping as penguji??sidang pula??’ tapi apa boleh buat, moga-moga slamat. Setelah konfirmasi ke penguji satunya (Bu Ayu) lewat hape, akhirnya jadwal sidang saya Kamis jam 1. Saya pun langsung menyerahkan surat permohonan sidang ke Pak Ade yang tampaknya mau pulang, dan gawatnya lagi saya lupa klo besoknya libur dan lupa juga bawa persyaratan sidang (alamak!!). Akhirnya saya memohon klo dibolehkan ngasih pas Kamis pagi.(to be continued….)

Juni 27, 2008

Kebangetan

Kemaren baru beli lip gloss XX di suatu counter kosmetik Yogya BIP, pas di rumah iseng-iseng liat bungkusnya, sekilas mata menangkap sesuatu yang tidak asing berawalan ‘Lorem ipsum dolor sit amet…’ (1 paragraf lengkap) di bagian ‘Ingredients’ dan ‘May Content’. Tidak mau salah, saya pun meyakinkan diri dengan melihat ulang dan membaca keseluruhan, dan ternyata tidak salah lagi memang itulah isi kedua judul yang seharusnya diisi dengan kandungan bahan dan zat si lip gloss. Saya pun cuma bisa melongo, kebangetan kok bisa ga keedit hahaha, jadi inget klo bikin web yang belum ada contentnya trus lupa diedit….Penasaran, saya pun pinjam lip gloss yang baru dibeli ibu saya dengan merek sama tapi tempat berbeda. Saya cek kemasannya dan yang saya lihat adalah hal yang sama ck..ck..ck…. Ini screen shot dari si kemasan lip gloss ‘kebangetan’ itu.

Lorem ipsum

Juni 26, 2008

Nyambil TA

Malam ini rencananya mau begadang nonton semifinal Euro nah sambil nunggu jam 1 sekalian aja ngerjain Buku TA (kayaknya agak aneh dengan kalimat ini). Terus sambil ngerjain TA, laper deh, ke bawah dulu ah bawa makanan, pas mo ngerjain, ko sepi yah, nyalain Winamp ah, ko autis yah, nyalain YM ah, eh ada yang nge-YM, masa gak dibales, bales ah, eh kayaknya ada email deh, buka mail ah, eh kok pengen liat blog orang yah?, liat ah bentar, kok jadi pengen ikut nulis blog yah, nulis ah..Setelah kegiatan yang ‘penting’ itu akhirnya penulis pun berniat dengan sungguh-sungguh untuk mengerjakan TA-nya, rencananya setelah posting blog yang gak penting-penting amat ini (kayaknya cuman nambahin delay time), penulis akan men-disconnect internetnya. Karena setelah survei yang dilakukan penulis dan pengalaman sendiri juga, koneksi internet itu faktor terbesar TA gak beres-beres (mungkin butuh penelitian lebih lanjut dan pembuktian hipotesis). Doakan saja penulis segera men-disconnect internetnya.