Mau lanjutin yang disini, datanglah hari H itu, sidang tugas akhir yang dijadwalkan jam 1, saya dateng ke kampus dari jam setengah 8 karena harus nyerahin prasyarat sidang berupa kartu bimbingan dan kartu TA. Jam 8 saya ke TU S2 tapi karena belum buka saya tunggu di kursi deket situ. 15 menit kemudian datanglah ibu petugas TU S2, saya pun menyerahkan prasyarat sidang.
ibu TU: “Suratnya dah dimasukin ya?”
saya: “Iya, tapi di milis belum ada”
ibu TU pun memeriksa surat yang bertebaran.
ibu TU: “Oh sama Pak Ade memang blm dimasukkan mungkin nunggu prasyaratnya. Nanti deh dimasukkan milis, jam 1 hr ini ruangannya bisa di 7611”
saya: “Makasih bu”
Setelah itu saya memasukkan draft TA ke meja Pak Dwi dan Bu Ayu. Saya pun ke lab untuk mempersiapkan bahan sidang walau sidang masih 5 jam lagi, sambil browsing dan ber-ym ria. Pak Ade terlihat mondar-mandir memasukkan surat ke kantor Bu Ayu dan Pak Iping, membuat saya makin tegang saja. Belum lagi SMS yang banyak masuk memberikan semangat dan doa, yang bukan menenangkan saya tapi malah bikin makin tegang. Tapi di milis belum ada jadwal sidang saya juga, saya berpikiran ah gapapa yang penting suratnya dah masuk. Jam 12.15 pas saya mau ke 7611 buat nyiapin sidang, terdengar suara Pak Dwi dan Bu Ayu yang tertawa sehabis rapat dosen. Mereka pun masuk dengan terburu-buru ke dalam lab GAIB dengan muka yang pengen ketawa, dan kontan saya bengong.
Pak Dwi: “Mia,,,yang saya maksud itu Kamis depan”
Saya masih dalam keadaan bengong.
Saya: “Oh…kirain minggu ini Pak”
Pak Dwi: “Klo sekarang saya harus ke Jakarta, gak bisa. Ke Pak Ade ya kasih tau”
Saya: “Iya Pak”
Kemudian datang Pak Iping.
Pak Iping: “Wah mi kamu salah standar” (tertawa)
Saya: “Iya Pak, maaf ya habis saya gak dikasih tau minggu depannya itu”
Sambil menyerahkan draft TA.
Pak Iping: “Bentar mi duduk dulu, itu sih memang kesalahan pemberi tugas”
Saya pun mengobrol bentar mengenai TA saya itu, Pak Iping cuman baca kesimpulannya. Terus ngasih kisi-kisi pertanyaan (ada hikmahnya juga hehe…). Setelah mengobrol dan dikasih jeruk sama Pak Iping, saya nelepon adik dan ibu saya ngasih kabar soal gagalnya sidang hari itu. Mereka tampak bingung, tapi saya bilang jelasinnya nanti aja. Setelah itu saya pun ke TU S2 dan baru sadar klo masih waktu istirahat. Tapi saya gak bisa nunggu ampe buka karena ditungguin ibu saya. Saya pun memutuskan untuk konfirmasi besok-besok lagi. Jadilah hari itu gagal sidang, dengan kesalahan yang konyol hak…hak….hak….Ada untungnya juga jadwal sidang saya belum dimasukin milis TA :p

Iklan